Rabu, 16 Juni 2010

Berikut Artikel Majalah TRUBUS , majalah Agrobisnis no, 1 di Indonesia mengenai Gaharu :


Gubal terbentuk karena rangsangan dari mikroba yang masuk ke jaringan tanaman,' kata Dr Ir Mucharromah, MSc, peneliti gaharu dari Universitas Bengkulu. Mikroba-berupa cendawan atau bakteri-masuk melalui luka. Luka bisa disebabkan karena pengeboran, penggergajian, bahan cabang patah, atau kulit terkelupas.
Di Kelurahan Sidomulyo, Bengkulu, Jasmi Syafaruddin punya 5 pohon. Gara-gara Jasmi membakar sampah di dekat situ, kulit 2 tanaman terkelupas. Dalam posisi telanjang seperti itu diduga fusarium datang menyerang. Dua pohon berumur 5 tahun itu sekarang sudah bergubal. Abdulqodir Hadi Mustofa Habibullah di Jambi mencoba mengebor secara vertikal. Mata bor ¾ inci dibenamkan sedalam 1-3 m. Lalu minimal 10 botol inokulan fusarium bervolume 600 cc dikucurkan. Dari proses itu Habib mulai menuai gaharu.
Ketika mikroba masuk jaringan tanaman, ia dianggap sebagai benda asing. Makanya tanaman merespon dengan mengeluarkan penangkal. Tri Mulyaningsih, MSi, ahli gaharu dari Universitas Mataram menyebut zat imun itu fitoalexin. Bentuknya berupa resin beraroma yang diproduksi oleh alkaloid sel. Resin berwarna cokelat itu melindungi sel-sel tanaman dari serangan mikroba. 'Ia membentengi sel dari serangan mikroba,' kata Mucharromah. Resin melokalisir kerusakan akibat serangan mikroba supaya luka tidak meluas ke jaringan lain. Deposit resin-pada jaringan hidup-yang terus menumpuk berujung pada terbentuknya gaharu.
Salah satu ciri yang dapat dijadikan indikator tajuk tanaman menguning dan rontok, pada batang atau cabang terjadi pembengkakan, pelekukan, atau penebalan. Namun, ketika mikroba terlalu perkasa, gubal urung terbentuk. Tanaman bisa mati-minimal batang busuk-karena kalah kuat melawan keganasan si penyusup. Jika respon tanaman terlalu kuat, gubal yang sempat terbentuk akan menghilang.
Penyebab harum
Kejadian itu lantaran, 'Respon setiap jenis tanaman terhadap infeksi mikroba berbeda-beda,' lanjut Mucharromah. Oleh karena itu mesti ada 'kecocokan' antara jenis tanaman penghasil gaharu dengan mikroba inokulannya. Yang dipercaya sebagai inokulan utama di alam adalah Fusarium sp.
Penelitian doktor patologi tanaman dari Universitas Kentucky, Amerika Serikat, itu menunjukkan di Bengkulu F. cylindriscorpum dan F. oxysporum paling top 'mengundang' gubal pada A. malaccensis.
Pada proses inokulasi buatan, 'Sukses-tidaknya pembentukan gaharu bisa diketahui sejak hari ke-5 pascainokulasi,' kata Ir Hartal MP, juga peneliti gaharu dari Universitas Bengkulu. Pada bagian yang terbentuk gaharu terlihat kayu berubah warna menjadi kecokelatan. Perkara terbentuknya aroma harum gaharu, itu karena resin yang dihasilkan oleh alkaloid sel berupa oleoresin dengan kandungan fitokimia sesquiterpene.
Hitungan bisnis di bawah ini diambil dari blog www.kebun5m.blogspot.com

Alternatif lain untuk menghasilkan investasi yang paling menguntungkan adalah dengan menerapkan pola tumpangsari Sengon / Paulownia + Aren Unggul + Gaharu.
Aren & gaharu membutuhkan tanaman peneduh di awal pertumbuhan mereka. Oleh karena itu , sengon / paulownia ditanam sebagai peneduh. Hasil yang didapatkan dalam 10 tahun pertama :
Sengon 250 batang, tebang 1 kali @ Rp. 550.000= Rp.137.500.000
Aren Unggul var. dalam 250 batang
Gaharu 250 batang,tebang 1 kali tahun ke 8 @ Rp.5.000.000 = Rp. 1.250.000.000

Pada tahun ke-15 akumulasi penghasilan adalah :
Sengon-habis
Aren Unggul 250 batang prod. 50% @ 30 liter @ Rp.2.000/lt per hari = Rp.13.687.500.000
Gaharu tebang kedua 400 batang @ Rp. 5.000.000 = Rp.2.000.000.000
Ditambah hasil tahun ke-5 & 8 = Rp.1.387.500.000
Total tahun ke-15 Rp. 17.075.000.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar